Jul 10, 2017

Buku Matematika (Wajib) SMA Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017

Buku Matematika (Wajib) SMA
Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017



Buku Matematika (Wajib) SMA Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017
Bapak/Ibu guru kami yang terhormat, banyak hal yang sudah kita lakukan sebagai usaha membelajarkan peserta didik dengan harapan, mereka berketuhanan, berperikemanusiaan, berpengetahuan, dan berketerampilan melalui pendidikan matematika. Harapan dan tugas mulia ini cukup berat, menuntut tanggung jawab yang tidak habis-habisnya dari generasi ke generasi.

Banyak masalah pembelajaran matematika yang dihadapi, bagaikan menelusuri sebuah lingkaran dengan titik-titik masalah yang tak berhingga banyaknya. Tokoh pendidikan matematika Soedjadi dan Yansen Marpaung menyatakan, kita harus berani memilih/menetapkan tindakan dan menghadapi risiko untuk meningkatkan kualitas pendidikan matematika di setiap sekolah tempat guru melaksanakan tugas profesionalitasnya. Artinya, guru sebagai orang yang pertama dan yang utama bertindak sebagai pengguna kurikulum perlu mengenal karakteristik siswa dengan baik, dan dituntut bekerja sama dalam memikirkan jalan keluar jika ada permasalahan yang terjadi. Oleh karena itu, pola pembelajaran yang bagaimana yang sesuai dengan karakteristik matematika dan karakteristik peserta didik di sekolah Bapak/Ibu gurulah yang lebih mengetahui.

Salah satu alternatifnya adalah mengembangkan pembelajaran matematika berbasis paham konstruktivisme. Buah pikiran ini didasarkan pada prinsip bahwa (1) setiap anak lahir di bumi, mereka telah memiliki potensi, (2) cara berpikir, bertindak, dan persepsi setiap orang dipengaruhi budaya, (3) matematika adalah produk budaya, hasil konstruksi sosial dan sebagai alat penyelesaian masalah kehidupan, dan (4) matematika adalah hasil abstraksi pikiran manusia. Untuk itu, diperlukan perangkat pembelajaran, media pembelajaran, dan asesmen otentik dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas.

Model pembelajaran yang menganut paham konstruktivistik yang relevan dengan karakteristik matematika dan tujuan pembelajarannya cukup banyak, seperti (1) model pembelajaran berbasis masalah, (2) pembelajaran kontekstual, (3) pembelajaran kooperatif, dan (4) banyak model pembelajaran lainnya. Dengan demikian, Bapak/Ibu dapat mempelajarinya secara mendalam melalui aneka sumber pembelajaran.

Pokok bahasan yang dikaji dalam buku petunjuk guru ini, mencakup materi yang terdapat di dalam suku siswa. Berbagai konsep, aturan, dan sifat-sifat dalam matematika yang ditemukan melalui penyelesaian masalah nyata dan media pembelajaran yang terkait dengan materi yang diajarkan. Seluruh materi yang diajarkan mengacu pada pencapaian kompetensi yang ditetapkan dalam Kurikulum Matematika 2013. Semua petunjuk yang diberikan dalam buku ini hanyalah pokok-pokoknya saja. Oleh karena itu, Bapak/Ibu guru dapat mengembangkan dan menyesuaikan dengan keadaan dan suasana kelas maupun sekolah saat pembelajaran berlangsung.

Berikut saya share Buku Matematika (Wajib) SMA K13 Edisi Revisi 2017 :
Buku Guru Matematika (Wajib) Kelas X SMA K13 Edisi Revisi 2017. Download
Buku Siswa Matematika (Wajib) Kelas X SMA K13 Edisi Revisi 2017. Download
Buku Guru Matematika (Wajib) Kelas XI SMA K13 Edisi Revisi 2017. Download
Buku Siswa Matematika (Wajib) Kelas XI SMA K13 Edisi Revisi 2017. Download




Buku Bahasa Indonesia (Wajib) SMA Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017

Buku Bahasa Indonesia (Wajib) SMA
Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017



Buku Bahasa Indonesia (Wajib) SMA Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017
Pengembangan buku ini bertolak dari Kurikulum 2013 yang direvisi. Berdasarkan kurikulum tersebut, tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan pada pengembangan kompetensi berbahasa dan bersastra peserta didik melalui kegiatan mendengarkan (listening), membaca (reading), memirsa (viewing), berbicara (speaking), dan menulis (writing). Kompetensi memirsa merupakan kompetensi yang diperlukan di Abad 21 karena konteks social ini sangat dekat dengan peserta didik. Peserta didik dihadapkan pada bahasa untuk berbagai tujuan, audiens, dan konteks. Peserta didik dipajankan pada beragam pengetahuan dan pendapat yang disajikan dan dikembangkan dalam teks dan penyajian multimodal (lisan, cetakan, dan konteks digital) yang mengakibatkan kompetensi mendengarkan, memirsa, membaca, berbicara, menulis dan mencipta dikembangkan secara sistematis dan berperspektif ke masa depan.

Pengembangan kompetensi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta didik untuk berkomunikasi dalam kehidupan bermasyarakat secara cerdas, santun, dan bermartabat melalui penguasaan, pemahaman, dan keterampilan menggunakan teks, baik lisan maupun tulis. Untuk mendukung tujuan tersebut maka pembelajaran kompetensi berbahasa, bukan hanya pada penguasaan tentang bahasa namun juga pada penggunaan bahasa secara lisan dan tulis dalam konteks sosial-budaya.

Pembelajaran kompetensi bersastra, bukan hanya pada kegiatan mengapresiasi, tetapi juga berekspresi dan berkreasi sastra sesuai dengan potensi peserta didik. Pembelajaran Bahasa Indonesia berdasarkan Kurikulum 2013 juga diharapkan dapat mengembangkan aktivitas literasi peserta didik. Literasi bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik dalam memahami, menafsirkan, dan menciptakan teks yang tepat, akurat, fasih, dan penuh percaya diri selama belajar di sekolah dan untuk bekal berkehidupan di masyarakat. Pilihan teks mencakup teks media, teks sehari-hari, dan teks di dunia kerja. Pada pengembangan kompetensi literasi ini peserta didik di SMA/MA atau SMK/MAK dituntun untuk dapat membaca paling sedikit 18 judul buku, namun bukan buku teks pelajaran. Dengan demikian, pada saat peserta didik belajar di Kelas X harus dapat membaca paling sedikit 6 judul buku. Buku-buku yang dimaksud adalah buku-buku pengayaan pengetahuan, pengayaan keterampilan, atau pengayaan kepribadian, baik fiksi (kumpulan puisi, kumpulan cerpen, novel, drama) maupun buku nonfiksi (biografi, otobiografi, buku motivasi, petuah, atau buku panduan beribadah). Untuk menuntun peserta didik agar dapat membaca 6 judul buku, Ibu/Bapak guru dapat memotivasi peserta didik agar buku bacaan itu dilaporkan setiap bulan, dengan asumsi bahwa satu semester itu ditempuh dalam 6 bulan. Namun, Ibu/Bapak guru dapat menerapkan cara lain untuk mengakselerasi kegiatan membaca buku yang dilakukan peserta didik sehingga kegiatan ini mendorong peserta didik untuk aktif membaca dan menulis sebagai salah satu cara menunjang Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Konsep utama pengembangan buku teks ini adalah genre-based. Adapun genre (fungsi bahasa) dimaknai sebagai kegiatan sosial yang memiliki jenis yang berbeda sesuai dengan tujuan kegiatan sosial dan fungsi komunikasi. Setiaap jenis genre (tipe teks) memilki kekhasan cara pengungkapan struktur retorika teks, isi, dan kekhasan unsur kebahasaan. Inilah cara pandang baru tentang bahasa. Jika KTSP menekankan pendekatan komunikatif maka Kurikulum 2013 lebih menajamkan efek komunikasinya dan dampak fungsi sosialnya. Misalnya, jika pada KTSP peserta didik diajari menulis surat dengan format standar tidak terlalu menekankan pada isi surat, maka materi surat pada Kurikulum 2013 harus dapat berdampak sosial yang menunjukkan kepribadian saat menulis surat lamaran pekerjaan atau surat lamaran yang dapat meyakinkan orang lain. Bahasa dan Isi menjadi dua hal yang saling menunjang. Ini sejalan dengan perkembangan teori pengajaran bahasa di Eropa dan Amerika, Content Language Integrated Learning (CLIL) yang menonjolkan 4 unsur penting sebagai penajaman pengertian kompetensi berbahasa, yaitu isi (content), bahasa/komunikasi (communication), kognisi (cognition), dan budaya (culture).

Dalam melaksanakan pembelajaran Bahasa Indonesia kepada peserta didik, Ibu/Bapak guru menggunakan teks dalam konteks sosial. Untuk mencapai kompetensi berbahasa dan bersastra yang diharapkan, peserta didik dapat diajak untuk mengikuti tahapan belajar secara saksama. Ibu/Bapak guru dapat memulai pembelajaran dari pemahaman teks dan mendorong siswa dapat mengidentifikasi jenis dan makna yang terdapat dalam teks. Peserta didik diajak untuk mengkonstruksi pikirannya dari teks yang dibaca atau didengar (diusahakan agar kemampuan mendengarkan dan membaca dikembangkan secara seimbang). Tahap berikutnya, peserta didik diajak untuk mengidentifikasi struktur retorika, isi, dan penggunaan unsur kebahasaan. Selanjutnya, peserta didik diajak untuk melakukan pemodelan dan mendekonstruksi. Pada tahap ini, Ibu/Bapak guru dapat menggunakan pendekatan scientific sebagai salah satu alternatif proses pembelajaran kepada peserta didik. Tahap berikutnya adalah mengkonstruksi teks, baik dengan bantuan teman (berkelompok) maupun guru. Namun, pada akhirnya, peserta didik harus dituntun untuk dapat mengkonstruksi secara mandiri.

Selain itu, peserta didik diharapkan dapat melaporkan buku yang dibaca secara terprogram (paling sedikit membaca 6 buku, selain buku teks pelajaran). Ibu/Bapak guru juga dapat menambah teks lain, selain yang terdapat di dalam buku siswa sehingga peserta didik semakin kaya dengan berbagai contoh teks yang sering ditemukan di lingkungan sosial-budayanya. Ibu/Bapak guru harus dapat memotivasi peserta didik untuk dapat mengikuti tahap-tahap belajar sebagaimana disajikan dalam buku ini. Namun, sangat dimungkinkan Bapak/Ibu guru mengembangkan pembelajaran secara kreatif disesuaikan dengan materi, karakteristik sosial, dan kemampuan peserta didik. Oleh karena itu, sebaiknya peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dan tahap-tahap belajar sebagaimana yang diarahkan oleh Bapak/Ibu guru agar dapat memiliki kompetensi berbahasa dan bersastra yang menjadi tujuan belajar.

Berikut saya share Buku Bahasa Indonesia (Wajib) SMA K13 Edisi Revisi 2017 :
Buku Guru B. Indonesia (Wajib) Kelas X SMA K13 Edisi Revisi 2017. Download
Buku Siswa B. Indonesia (Wajib) Kelas X SMA K13 Edisi Revisi 2017. Download
Buku Guru B. Indonesia (Wajib) Kelas XI SMA K13 Edisi Revisi 2017. Download
Buku Siswa B. Indonesia (Wajib) Kelas XI SMA K13 Edisi Revisi 2017. Download




Buku PPKn SMA Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017

Buku PPKn SMA
Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017




Buku PPKn SMA Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) merupakan mata pelajaran yang mempunyai misi sebagai pendidikan nilai dan moral Pancasila, penyadaran akan norma dan konstitusi UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pengembangan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan penghayatan terhadap filosofi Bhinneka Tunggal Ika. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dimaksudkan sebagai upaya membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air yang dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila, Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, semangat Bhinneka Tunggal Ika, dan komitmen Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, tujuan pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di SMA/SMK/MA/MAK adalah upaya mengembangkan kualitas warga negara secara dalam berbagai aspek kehidupan, khususnya pengembangan peserta didik agar mampu :
1. Berpikir secara rasional, kritis, kreatif, dan etis serta memiliki semangat kebangsaan serta cinta tanah air yang dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, semangat Bhinneka Tunggal Ika dan komitmen Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab sebagai anggota masyarakat yang independen, sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
3. Berkomitmen dan proaktif dalam berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sesuai karakter bangsa Indonesia
4. Berkembang secara positif dan demokratis dalam mengembangkan konstitusi yang sehat dan dinamis serta memiliki keyakinan, kemauan, kesetiaan, dan kebanggaan serta keteguhan sebagai bangsa Indonesia.

Buku Teks Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) untuk jenjang SMA/SMK/MA/MAK ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013, buku ini berbasis Aktivitas, dimana peserta didik diajak berani untuk mencari sumber belajar lain yang relevan dan tersedia serta terbentang luas disekitarnya, sehingga peserta didik menjadi bahagian dalam kegiatan pembelajaran.

Untuk menunjang kegiatan pembelajaran, buku teks ini dilengkapi dengan buku guru, sebagai panduan pembelajaran yang berisi alternatif-alternatif kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan guru di kelas. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dan inovasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan pembelajaran lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan alam dan lingkungan sosial peserta didik. Untuk itu peran guru dalam rangka meningkatkan dan menyesuaikan daya serap peserta didik dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini sangat penting.

Berikut saya share Buku PPKn SMA Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017 :
Buku Guru PPKn Kelas X SMA Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017. Download
Buku Siswa PPKn Kelas X SMA Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017. Download
Buku Guru PPKn Kelas XI SMA Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017. Download
Buku Siswa PPKn Kelas XI SMA Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017. Download