Oct 4, 2012

MINAT SISWA

MINAT SISWA
Oleh: Jajang Sulaeman, S.Pd.



1.    Pengertian Siswa

Siswa adalah unsur manusiawi yang penting dalam proses pembelajaran, karena pada dasarnya siswa-lah yang menjadi subjek pembelajaran. Sardiman A.M. (2006: 109) mengemukakan, “Siswa atau anak didik adalah salah satu komponen manusiawi yang menempati posisi sentral dalam proses belajar mengajar”.
Yang dimaksud siswa di sini adalah peserta didik yakni “anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang dan jenis pendidikan tertentu”. (Pasal 1 angka 4 UU No. 20/2003 tentang Sisdiknas).
Dari beberapa sumber yang penulis teliti ditemukan beberapa istilah yang sama sebagai berikut :
a.    Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.
b.    Siswa/Siswa, istilah bagi peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
c.    Mahasiswa/Mahasiswi, istilah umum bagi peserta didik pada jenjang pendidikan tinggi.
d.   Warga Belajar, istilah bagi peserta didik pada jalur pendidikan nonformal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), baik Paket-A, Paket-B, Paket-C.
e.    Pelajar, adalah istilah lain yang digunakan bagi peserta didik yang mengikuti pendidikan formal tingkat dasar maupun pendidikan formal tingkat menengah.
f.     Murid, istilah lain peserta didik.
g.    Santri, adalah istilah bagi peserta didik pada jalur pendidikan non formal, khususnya pesantren atau sekolah-sekolah salafiyah.
(http://www.dhanay.co. [24 Februari 2011])


2.    Pengertian Minat

Ditinjau dari segi bahasa sebagaimana dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990 : 583) bahwa minat berarti “kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu.” Minat merupakan sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Minat besar sekali pengaruhnya terhadap  kegiatan seseorang sebab dengan minat ia akan melakukan sesuatu yang diminatinya. Sebaliknya tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu.
Sedangkan pengertian minat secara istilah telah banyak dikemukakan oleh para ahli, di antaranya yang dikemukakan oleh Hilgard yang dikutip oleh Slameto (2004: 57) menyatakan “Interest is persisting tendency to pay attention to end enjoy some activity and content.”
 Sardiman A.M. (2006: 76) berpendapat bahwa “Minat diartikan sebagai suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhan-kebutuhannya sendiri.”
Sedangkan Daradjat (1995: 133) mengartikan minat adalah “kecenderungan jiwa yang tetap ke jurusan sesuatu hal yang berharga bagi orang.”
Dari beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli seperti yang dikutip di atas dapat disimpulkan bahwa, minat adalah kecenderungan seseorang terhadap obyek atau sesuatu kegiatan yang digemari yang disertai dengan perasaan senang, adanya perhatian, dan keaktifan berbuat dengan penuh kesungguhan.
3.    Unsur-Unsur Minat

Dilihat dari segi unsur-unsur yang membentuknya, minat pada intinya terbentuk dari tiga unsur pokok yaitu :
a.    Perhatian
Menurut Suryabrata (1989: 14) bahwa “perhatian adalah banyak sedikitnya kesadaran yang menyertai sesuatu aktivitas yang dilakukan.” Kemudian Sumanto (1984: 32) berpendapat bahwa “perhatian adalah pemusatan tenaga atau kekuatan jiwa tertentu kepada suatu obyek, atau pendayagunaan kesadaran untuk menyertai suatu aktivitas.”
Aktivitas yang disertai dengan perhatian intensif akan lebih sukses dan prestasinya pun akan lebih tinggi. Maka dari itu sebagai seorang guru harus selalu berusaha untuk menarik perhatian anak didiknya sehingga mereka mempunyai minat terhadap pelajaran yang diajarkannya.
Orang yang menaruh minat pada suatu aktivitas akan memberikan perhatian yang besar. Ia tidak segan mengorbankan waktu dan tenaga demi aktivitas tersebut. Oleh karena itu seorang siswa yang mempunyai perhatian terhadap suatu pelajaran, ia pasti akan berusaha keras untuk memperoleh nilai yang bagus yaitu dengan belajar.
b.    Perasaan
Suryabrata (1989: 66) mengartikan perasaan “sebagai gejala psikis yang bersifat  subjektif yang umumnya berhubungan dengan gejala-gejala mengenal dan dialami dalam kualitas senang atau tidak dalam berbagai taraf.”
Tiap aktivitas dan pengalaman yang dilakukan akan selalu diliputi oleh suatu perasaan, baik perasaan senang maupun perasaan tidak senang. Perasaan umumnya bersangkutan dengan fungsi mengenal artinya perasaan dapat timbul karena mengamati, menganggap, mengingat-ingat atau memikirkan sesuatu.
Yang dimaksud dengan perasaan di sini adalah perasaan senang dan perasaan tertarik akibat menghayati nilai-nilai yang terkandung di dalam sesuatu objek. Menurut Winkell  (1983: 30) bahwa “Perasaan merupakan aktivitas psikis yang di dalamnya subjek menghayati nilai-nilai dari suatu objek.”
Perasaan sebagai faktor psikis non intelektual, yang khusus berpengaruh terhadap semangat belajar. Jika seorang siswa mengadakan penilaian yang agak spontan melalui perasaannya tentang pengalaman belajar di sekolah, dan penilaian itu menghasilkan penilaian yang positif maka akan timbul perasaan senang di hatinya akan tetapi jika penilaiannya negatif maka timbul perasaan tidak senang.
c.    Motif
Menurut Sardiman (2006:73) motif dapat dikatakan “sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subyek untuk melakukan kreativitas tertentu  demi mencapai suatu tujuan.”
Sedangkan menurut Suryabrata (1989:32), motif adalah “keadaan dalam pribadi orang yang mendorong individu untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu guna mencari suatu tujuan.”
Seseorang melakukan aktivitas belajar karena ada yang mendorongnya. Dalam hal ini motivasi sebagai dasar  penggeraknya yang mendorong seseorang untuk belajar. Dan minat merupakan potensi psikologi yang dapat dimanfaatkan untuk menggali motivasi bila seseorang sudah termotivasi untuk belajar, maka dia akan melakukan aktivitas belajar dalam rentangan waktu tertentu.
Jadi motivasi merupakan dasar penggerak yang mendorong aktivitas belajar seseorang sehingga ia berminat terhadap sesuatu objek, karena minat adalah alat motivasi dalam belajar.
Seseorang dikatakan berminat terhadap sesuatu bila individu itu memiliki beberapa unsur antara lain : “1. Sikap, 2. Kemauan, 3. Ketertarikan, 4. Dorongan, 5. Ketekunan, 6.  Perhatian” (Abd. Rachman Abror, 1989). Keenam unsur minat tersebut dapat dibuat indikator-indikator yang dapat digunakan dalam pembuatan angket minat, sehingga angket yang dibuat megacu pada unsur-unsur minat yang telah dikembangkan.

4.    Ciri-Ciri Minat Siswa

Untuk mengenal atau menemukan sesuatu bias diteliti dari cirri-ciri atau karakteristiknya, begitu pula halnya dengan minat siswa. Dalam hal ini  Hurlock (1993: 115) dalam (Mugi, 2007: 11-13) mengemukakan ada 7 ciri minat yang penulis rangkum sebagai berikut :

a.    Minat tumbuh bersamaan dengan perkembangan fisik dan mental.
Minat di semua bidang berubah selama terjadi perubahan fisik dan mental. Pada waktu pertumbuhan terlambat dan kematangan dicapai, minat menjadi lebih stabil. Anak yang berkembang lebih cepat atau lebih lambat dari teman sebayanya. Mereka yang lambat matang, sebagaimana dikemukakan terlebih dahulu, menghadapi masalah sosial karena minat mereka minat anak, sedangkan minat teman sebaya mereka minat remaja.  
b.    Minat bergantung pada kesiapan belajar
Anak-anak tidak dapat mempunyai minat sebelum meraka siap secara fisik dan mental. Sebagai contoh, mereka tidak dapat mempunyai minat yang sungguh-sungguh untuk bermain bola sampai mereka memiliki kekuatan dan koordinasi otot yang diperlukan untuk permainan bola tersebut.
c.    Minat bergantung pada kesempatan belajar
Kesempatan untuk belajar bergantung pada lingkungan dan minat, baik anak-anak maupun dewasa, yang menjadi bagian dari lingkungan anak. Karena lingkungan anak kecil sebagian besar terbatas pada rumah, minat mereka “tumbuh dari rumah”. Dengan bertambah luasnya lingkup sosial, mereka menjadi tertarik pada minat orang di luar rumah yang mulai mereka kenal.
d.   Perkembangan minat mungkin terbatas
Ketidakmampuan fisik dan mental serta pengalaman sosial yang terbatas, membatasi minat anak. Anak yang cacat fisik misalnya, tidak mungkin mempunyai minat yang sama pada olahraga seperti teman sebayanya yang perkembangan fisiknya normal.
e.    Minat dipengaruhi pengaruh budaya
Anak-anak mendapat kesempatan dari orang tua, guru, dan orang dewasa lain untuk belajar mengenai apa saja yang oleh kelompok budaya mereka dianggap minat yang  sesuai dan mereka tidak diberi kesempatan untuk menekuni minat yang dianggap tidak sesuai bagi mereka oleh kelompok budaya mereka.
f.     Minat berbobot emosional
Bobot emosional (aspek afektif) dari minat menentukan kekuatannya. Bobot emosional yang tidak menyenangkan melemahkan minat, dan bobot emosional yang menyenangkan memperkuat minat.
g.    Minat itu egoisentris
Sepanjang masa kanak-kanak, minat  itu egoisentris. Misalnya, minat anak laki-laki pada matematik, sering berlandaskan keyakinan bahwa kepandaian di bidang matematika di sekolah akan merupakan langkah penting menuju kedudukan yang menguntungkan dan bergengsi di dunia usaha.

5.    Fungsi Minat

Minat merupakan faktor psikologis dalam diri siswa yang keberadaannya begitu penting, karena memiliki kaitan dengan aktivitas belajar siswa. Oleh karena itu dalam konteks pembelajaran, tak terkecuali pembelajaran Penjas, maka minat belajar siswa harus tumbuh dan fungsional.
Hurlock telah mengemukakan fungsi minat bagi kehidupan anak sebagaimana yang ditulis oleh Wahid (1998 : 110-111) sebagai berikut :
a.    Minat mempengaruhi bentuk intensitas cita-cita.
Sebagai contoh anak yang berminat pada olah raga maka  cita-citanya adalah menjadi olahragawan yang berprestasi, sedang  anak yang berminat pada kesehatan fisiknya maka cita-citanya menjadi dokter.
b.    Minat sebagai tenaga pendorong yang kuat.
Minat anak untuk menguasai pelajaran bisa mendorongnya  untuk belajar kelompok di tempat temannya meskipun  suasana  sedang hujan.
c.    Prestasi selalu dipengaruhi oleh jenis dan intensitas.
Minat seseorang meskipun diajar oleh guru yang sama dan  diberi pelajaran tapi antara satu anak dan yang lain mendapatkan  jumlah pengetahuan yang berbeda. Hal ini terjadi karena  berbedanya daya serap mereka dan daya serap ini dipengaruhi oleh  intensitas minat mereka.
d.   Minat yang terbentuk sejak kecil/masa kanak-kanak sering terbawa  seumur hidup karena minat membawa kepuasan.
Minat menjadi guru yang telah membentuk sejak kecil  sebagai misal akan terus terbawa sampai hal ini menjadi kenyataan. Apabila ini terwujud maka semua suka duka menjadi guru tidak  akan dirasa karena semua tugas dikerjakan dengan penuh sukarela. Dan apabila minat ini tidak terwujud maka bisa menjadi obsesi yang akan dibawa sampai mati.
Dalam hubungannya dengan pemusatan perhatian, minat mempunyai peranan dalam “melahirkan perhatian yang  serta  merta, memudahkan terciptanya pemusatan perhatian, dan mencegah gangguan perhatian dari luar.” (The Liang Gie, 2004 : 57).
Oleh karena itu minat mempunyai pengaruh yang besar dalam belajar karena bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa maka siswa tersebut tidak akan belajar  dengan sebaik-baiknya, sebab tidak ada daya tarik baginya. Sedangkan bila bahan pelajaran itu menarik minat siswa, maka ia akan mudah dipelajari dan disimpan karena adanya minat sehingga menambah kegiatan belajar.

6.    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat

Minat seseorang akan dipengaruhi oleh berbagai faktor, sebagaimana dikemukakan oleh Crow and Crow (dalam Wahyudi, 2002: 10-11) yang penulis rangkum sebagai berikut :
a.    The factor Inner Urge
Rangsangan yang datang dari lingkungan atau ruang lingkup yang sesuai dengan keinginan atau datang dari lingkungan atau ruang lingkup yang sesuai dengan keinginan atau kebutuhan seseorang akan mudah menimbulkan minat misal, cenderung terhadap belajar, dalam hal ini seseorang mempunyai hasrat ingin tahu terhadap ilmu pengetahuan.


b.    The factor of social motive
Minat seseorang terhadap obyek atau sesuatu hal, disamping hal dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri manusia juga dipengaruhi oleh motif sosial, misal  seseorang berminat pada prestasi tinggi agar dapat status sosial yang tinggi pula.
c.    Emotianal factor
Faktor perasaan  dan emosi ini mempunyai pengaruh terhadap obyek misal perjalanan sukses yang dipakai individu dalam sesuatu kegiatan tertentu dapat membangkitkan perasaan senang dan dapat menambah semangat atau kuatnya minat dalam kegiatan tersebut. Sebaliknya kegagalan yang dialami akan menyebabkan minat seseorang berkembang. 
 Sedangkan menurut Santoso (dalam Wahyudi, 2002:18) faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembangnya minat adalah sebagai berikut :
a.    Motivasi dan cita-cita
Adanya cita-cita dan dukungan oleh motivasi yang kuat dalam diri  seseorang maka akan dapat membesarkan minat orang itu terhadap suatu  objeknya. Sebaliknya apabila cita-cita dan motivasi tidak ada maka minat sulit ditumbuhkan.
b.    Sikap terhadap suatu objek
Sikap senang terhadap objek dapat membesarkan minat seseorang terhadap objek tersebut. Sebaliknya jika sikap tidak senang akan memperkecil minat seseorang.
c.    Keluarga
Keadaan keluarga terutama keadaan sosial ekonomi dan pendidikan keluarga dapat mempengaruhi minat seseoran terhadap objek tersebut.
d.   Fasilitas
Tersedianya fasilitas yang mendukung akan menjadikan minat seseorang terhadap suatu objek lebih besar.
e.    Teman pergaulan 
Teman pergaulan yang mendukung misalnya diajak kompromi terhadap suatu hal yang menarik perhatiannnya maka teman tersebut dapat lebih meningkatkan minatnya, tetapi teman yang tidak mendukung mungkin akan menurunkan minat seseorang.
Berdasarkan uraian di atas, maka faktor-faktor yang dapat mempengaruhi minat siswa terhadap Pendidikan Jasmani dapat penulis kategorikan sebagai berikut :
a.    Faktor Intrinsik 
Minat intrinsik adalah minat yang berasal dari dalam diri seseorang. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi minat siswa terhadap Pendidikan Jasmani antara lain :
1)   Mempunyai bakat
Bakat adalah potensi yang masih terpendam dalam diri individu yang harus dikembangkan melalui proses pendidikan. Oleh karena itu siswa yang memiliki bakat pada sesuatu cabang olahraga akan menaruh minat pada olahraga tersebut.
2)   Cita-cita
Cita-cita adalah sesuatu yang diharapkan tercapai oleh seseorang di masa yang akan datang. Individu yang bercita-cita tentang sesuatu, maka ia akan menaruh minat pada sesuatu tersebut.
3)   Minat untuk berprestasi 
Keinginan atau minat untuk berprestasi yang dimiliki oleh setiap orang individu pasti ada, tapi keinginan itu cenderung mempuinyai presentasi yang berbeda-beda. Kecenderungan itu timbul apabila individu tertarik kepada sesuatu karena sesuai dengan kebutuhan atu merasakan bahwa sesuatu akan dipelajari bermakna dari dirinya.
4)   Minat untuk mengisi waktu luang   
Diketahui juga bahwa dalam mengisi waktu luang mereka juga didasari karena adanya faktor kesenangan, mendapatkan teman, waktu luang, dan untuk menjaga kesehatan. Tentunnya rasa senang atau tertarik yang dimiliki oleh setiap individu akan timbul pada seseorang bilamana bidang-bidang yang ditawarkan pada dirinya dirasa akan memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
b.    Faktor Ekstrinsik
Faktor ekstrinsik yaitu faktor yang mempengaruhi minat yang bersumber dari luar diri individu. Faktor-faktor ini antara lain :
1)   Guru
Guru merupakan unsur manusiawi dalam proses pembelajaran yang mempunyai fungsi, peran dan tugas yang berkaitan dengan proses belajar siswa. Oleh karena itu guru dengan segala penampilan, kepribadian dan kualifikasi profesionalismenya merupakan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi minat siswa.
2)   Pelaksanaan kegiatan 
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran di sekolah sangat erat kaitannya dengan metode pengajaran serta fasilitas yang memadai. Dalam penyampaian materi adalah penting, dengan memperhatikan metode yang digunakan dalam penyampaian materi. Cara yang tidak sesuai akan membosankan sehingga akan mengurangi minat terhadap apa yang disampaiakan. Begitu juga fasilitas yang tidak kalah pentingnya dalam menumbuhkan minat ekstrinsik siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik. Dengan adanya fasilitas yang memadai akan menambah keyakinan siswa untuk mengikuti kegiatan tersebut.
3)   Media
Bentuk-bentuk mass media antara lain adalah buku-buku tentang olahraga, majalah, surat kabar, radio, televisi dan bentuk-bentuk lain yang sangat berpengaruh terhadap minat siswa dalam menekuni dan mempraktekkan. latihan yang telah diberikan pada saat latihan akan diwujudkan dalam pertandingan. Siswa yang mempunyai minat tinggi akan memanfaatkan sumber informasi untuk memperluas wawasannya. Semakin berkembangnya jalur informasi yang ada hubungannya dengan olahraga akan semakin mengangkat minat siswa terhadap olahraga.
4)   Penghargaan 
Penghargaan dalam hubungannya dengan minat siswa dalam mengikuti kegiatan olahraga sangat menunjang. Dalam suatu pertandingan perlu adanya hadiah sebagai suatu penghargaan bagi mereka yang berprestasi.
5)   Keluarga
Keluarga dengan segala kondisi dan karakteristiknya menjadi faktor eksternal yang dapat mempengaruhi minat siswa terhadap suatu kegiatan olahraga. Pengaruh keluarga ini dapat diasumsikan relatif besar, karena selain ada hubungan biologis juga anak lebih banyak waktunya dan berkomunikasi di lingkungan keluarga.
6)   Masyarakat 
Lingkungan masyarakat di sekitar tempat tinggal siswa maupun di sekitar sekolah juga termasuk salah satu faktor eksternal yang dapat mempengaruhi minat siswa terhadap kegiatan olahraga. Hal ini logis karena setiap individu hidup berkembang di lingkungan masyarakat, bahkan memiliki hasrat untuk beradaptasi dengan kondisi dan karakteristik masyarakatnya.